run text

Selamat Datang Di Blog Kumpulan Berbagai Makalah Artikel, dan Cerita
 

Thursday, April 27, 2017

contoh Laporan Observasi keuangan sekolah

0 komentar

kata kunci :Laporan observasi, manajemen keuangan sekolah


Untuk mendownload file PDF makalah ini silahkan (klik disini) atau masuk ke menu Download
Jangan lupa untuk menampilkan referensi dari blog ini riyansaludi.blogspot.com 

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk watak peserta didik, penyelenggaraannya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. OIeh sebab itu lembaga pendidikan harus dapat mengelola sumber daya yang ada untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sumber daya yang dapat mendukung untuk mencapai tujuan pendidikan salah satunya adalah keuangan/pembiayaan dalam suatu lembaga pendidikan. Maka pemerintah, orang tua, dan masyarakat hendaknya dapat mengalokasikan keuangan sebagai sumber dana pendidikan. Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut yang menuntut sekolah mampu mengelola pembiayaan dengan sebaik-baiknya, agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana, apa lagi dalam kondisi krisis pada sekarang ini.
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi karena sekarang pemerintah menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Manajemen keuangan dalam suatu lembaga persekolahan mempunyai peranan penting dalam memelihara, memperlancar, dan meningkatkan pengembangan program pengajaran, mutu dan relevansi serta kesempatan pendidikan. Disamping itu untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang baik, perlu adanya kepala sekolah yang memiliki kemampuan sesuai tuntutan tugasnya.

B.         Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melaporkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP N 1 KARANGGAYAM. Dimana hasil observasi yang berkaitan dengan segala hal mengenai pembiayaan sekolah, seperti:
1.      Sumber-sumber keuangan sekolah.
2.      Pos-pos pengeluaran keuangan sekolah.
3.      Proses pengelolaan keuangan sekolah.
4.      Proses perencanaan keuangan sekolah.
5.      Komponen anggaran BOS.
6.      Prosedur penyusunan anggaran BOS.
7.      Anggaran BOS.
8.      RKAS.
9.      Komponen RKAS.
10.  Prosedur penyusunan RKAS.
11.  Proses penanggung jawaban keuangan sekolah.

C.        Waktu dan Tempat Observasi
Penulis melakukan observasi mata kuliah manajemen keuangan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai pembiayaan sekolah, yaitu:
Tempat            : SMP N 1 KARANGGAYAM
Hari/Tanggal   : SABTU, 28 MEI 2016
Pukul               : 08.30-11.00 WIB

D.        Teknik Pengumpulan Data
Studi lapangan/Observasi merupakan teknik yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan mengadakan observasi langsung terhadap objek observasi melalui kegiatan wawancara (tanya jawab), yaitu proses mengumpulkan data dengan melakukan dialog.



BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.        Pengertian Manajemen Keuangan Sekolah

Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban (Lipham, 1985; Keith, 1991). Sedangkan menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.

B.       Tujuan Manajemen Keuangan Sekolah

Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah:
1.      Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah.
2.      Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah.
3.      Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggung-jawaban keuangan serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

C.      Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah prinsip. Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan. Berikut ini dibahas masing-masing prinsip tersebut, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.

a.         Transparansi
Transparan berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.

b.         Akuntabilitas
Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu :
(1)   Adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah;
(2)   Adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, dan
(3)   Adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat.

c.         Efektivitas
Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi, karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga. Effectiveness ”characterized by qualitative outcomes”. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

d.         Efisiensi
Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiency”characterized by quantitative outputs” (Garner,2004). Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya.
BAB III
HASIL OBSERVASI

D.        Profil Sekolah
1.      Identitas Sekolah
Nama                                       : SMP N 1 KARANGGAYAM
NIS                                         : 101012/20230468
NSS                                         : 101012 201012
NSB                                        : 1210180888033
Alamat                                     : Jl. Penimbun
Kelurahan                                : Karanggayam
Kecamatan                              : Karanggayam
Kab/Kota                                : Kebumen
Provinsi                                   : Jawa Tengah
Kode Pos                                : 54365
Status Sekolah                         : Negeri
Nomor Akte Pendirian            :
Tahun Berdiri                          :
Luas Tanah/Bangunan            : 1280 m2
Status Bangunan                     : Pemerintah
Situs                                        : -
Telpon & Faksimili                  : 08122666721
2.      Visi
BERAKHLAQ MULIA, UNGGUL DALAM PRESTASI DAN TERAMPIL DALAM BERKARYA
3.      Misi
Ø  Meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh warga sekolah.
Ø  Meningkatkan kedisiplinan seluruh warga sekolah.
Ø  Menumbuhkan sikap kesetiakawanan.
Ø  Melaksanakan kwalitas pembelajaran dan bimbingan secara efektif.
Ø  Memberikan dorongan untuk berkompetisi secara sehat di bidang akademik maupun nonakademik kepada siswa.
Ø  Meningkatkan kwalitas pembelajaran.
Ø  Menumbuhkan sikap trampil berkarya.
Ø  Menumbuhkan sikap kreatifitas.
4.      Jumlah Guru                      : 40
5.      Jumlah Siswa                    : 754
6.      Jumlah Rombel                 : 24

B.     Hasil Wawancara
Narasumber 1              : Budi Santoso, S.Pd., M.Pd
Jabatan                        : Kepala Sekolah
NIP                             : 196004111982012006
No. telp                       : 085291037074

Narasumber 2              : Ahmad Sobirin. S.E
Jabatan                        : Bendahara Sekolah
No. telp                       : 081226991444

1.      Sumber-Sumber Keuangan Sekolah
Sumber keuangan SMP N 1KARANGGAYAM berasal dari pemerintah pusat dan pemerinta daerah yang biasanya disebut BOS Pusat, BOS Provinsi dan BOS Kabupaten. Sekolah ini sudah memiliki sumber keuangan yang berasal dari pemerintah, karena itu sekolah ini tidak boleh mengambil atau mencari dana dari masyarakat atau orangtua murid. Jadi SMP N 1 KARANGGAYAM hanya bergantung pada sumber dana tersebut saja.

2.      Pos-Pos Pengeluaran Sekolah
Di SMP N 1 KARANGGAYAM pos-pos pengeluaran sekolah yaitu penggunaan/belanja program sejumlah Rp. . Penggunaan/belanja program yang terdiri dari: pengembangan kompetensi lulusan Rp. 1.300.000, pengembangan standar isi Rp. -, pengembangan standar proses Rp. 47.672.600, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Rp. 43.151.000, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan Rp. 330.290.610, pengembangan standar pengelolaan Rp. 120.080.625, pengembangan standar pembiayaan Rp. 54.177.889, dan pengembangan implementasi penilaian Rp.61.875.250. Sedangkan penggunaan/belanja non program terdiri dari: belanja pegawai Rp. 477.525.000 dan belanja barang dan jasa Rp. 26.348.800. Jumlah penggunaan/belanja uang diatas berdasarkan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) pada tahun ajaran 2014/2015.

3.      Proses Pengelolaan Keuangan Sekolah
Proses pengelolaan keuangan di SMP N 1KARANGGAYAM sesuai dengan pos-pos yang sudah direncanakan sesuai dengan kebutuhan sekolah, realisasi tidak boleh melebihi target yang sudah di rencanakan dan disepakati oleh sekolah dan dinas terkait.

4.      Proses Perencanaan Keuangan Sekolah
Proses perencanaan keuangan di SMP N 1KARANGGAYAM yaitu mengadakan rapat membahas RKAS dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab, lalu bendahara sekolah, komite sekolah dan beberapa wali murid atau masyarakat sekitar sekolah yang tergabung dalam komite sekolah. Terarah dan terkendali sesuai dengan kebutuhan sekolah.

5.      Komponen Anggaran BOS
Komponen anggaran BOS di SMP N 1KARANGGAYAM, yaitu sebagai berikut:
a.              Pembelian/pengadaan buku teks pelajaran;
b.              Kegiatan penerimaan siswa baru;
c.              Kegiatan pembelanjaan dan ekstrakurikuler siswa;
d.             Kegiatan ulangan/ujian;
e.              Pembelian bahan habis pakai;
f.               Langganan daya dan jasa;
g.              Perawatan sekolah;
h.              Pembayaran honorarium bulanan, guru honorer dan tenaga kependidikan honorer;
i.                Pengembangan profesi guru;
j.                Pembiayaan pengelolaan BOS;
k.              Pembelian/ pengadaan komputer/printer, dan
l.                Alat peraga/media pembelajaran/peralatan kantor.

6.      Prosedur Penyusunan Anggaran BOS
Dengan cara mengumpulkan data kebutuhan yang diperlukan sekolah, mengetahui jumlah siswa yang ada disekolah.

7.      Anggaran BOS
Data anggaran BOS di SMP N 1 KARANGGAYAM yang didapat yaitu BOS Pusat Rp.757.500.000. Jumlah tersebut berdasarkan data RKAS pada tahun ajaran 2014/2015.

8.      RAPBS
RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) ini merupakan  plafon pendanaan yang dibutuhkan dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS inilah yang menjadi dasar pengelolaan manajemen sekolah. Segala hal yang dilakukan oleh sekolah harus tercover di RAPBS tersebut. Jika tidak, maka kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya.
Untuk itulah, maka setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada. Dengan cara ini, setiap program sekolah sudah terback up dalam RAPBS tersebut.



9.      Komponen RAPBS
Komponen yang terdapat dalam RAPBS terdiri dari 8 standar pendidikan, yaitu :
a.       standar isi;
b.      standar proses;
c.       standar pengelolaan;
d.      standar kompetensi lulusan;
e.       standar pendidik dan tenaga kependidikan;
f.       standar pembiayaan;
g.      standar sarana dan prasarana, dan
h.      standar penilaian.

10.  Prosedur Penyusunan RAPBS
a.       Kepala Sekolah menganalisis kebutuhan sekolah dengan memperhatikan skala prioritas yang dibutuhkan sekolah dan menganalisis RAPBS tahun lalu. Jika Kepala sekolah tidak membuat RAPBS maka akan di pertimbangkan dari RAPBS tahun lalu.
b.      Kepala Sekolah melalui musyawarah kerja sekolah menyusun RAPBS yang dikaji secara mendalam.
c.       RAPBS diajukan Kepala Sekolah kepada Ketua Komite Sekolah, dan selanjutnya Ketua Komite dan Pengurus lainnya melakukan verifikasi dan penilaian terhadap RAPBS yang diajukan.
d.      Setelah diverifikasi dan penilaian oleh Ketua Komite danPengurus, selanjutnya RAPBS dibawa ke Rapat pengurus Komite.
e.       Setelah disahkan dan ditetapkan RAPBS, RAPBS ini dipaparkan ke depan orang tua murid. Jika ada yang perlu direvisi dilakukan perbaikan dan penyesuaian seperlunya, untuk selanjutnya program kerja dan RAPBS dianggap sah dan dapat dijalankan.

11.  Proses penanggung jawaban keuangan sekolah.
Proses penanggung jawaban keuangan di sekolah ini, yaitu pengeluaran uang dilaporkan setiap 3 bulan sekali atau per triwulan kemudian dikelola sesuai dengan pos-pos yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Bentuk pelaporan tersebut transparan dan akurat dapat dibuktikan dengan berbagai kuitansi yang mendukung setiap transaksi yang dilakukan.



BAB IV
PENUTUP


A.        Kesimpulan
Di SMP yang telah saya pilih untuk tempat observasi yaitu SMP N 1 KARANGGAYAM, sudah memilki sumber dana dari pemerintah pusat maupun daerah. Pos-pos pengeluaran sudah terarahkan sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh sekolah. Pengelolaannya juga sudah sesuai dengan rencana karena realisasinya tidak melebihi target yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab, lalu bendahara sekolah, komite sekolah dan beberapa wali murid atau masyarakat sekitar sekolah yang tergabung dalam komite sekolah. Segala pengeluaran selalu di catat dan di rincikan dengan baik oleh bendahara sekolah dan selalu memberikan laporan pada dinas terkait setiap pertriwulan atau pertiga bulan. Semua bentuk penanggung jawaban atas keluar masuknya di SMP N 1 KARANGGAYAM dibuat oleh bendahara sekolah dan diketahui oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab bentuk pelaporan tersebut transparan dan akurat dapat dibuktikan dengan berbagai kuitansi yang mendukung setiap transaksi yang dilakukan. Dengan adanya bantuan pendidikan dari pemerintah  saat ini sudah mampu meringankan beban peserta didik dalam pencapaian wajib belajar, maka dengan bantuan tersebut juga dapat membuat kegiatan di sekolah dapat lancar, efektif dan efesien membuat peserta didik dapat mencapai cita-cita yang diinginkan.

B.         Saran
Saran saya untuk SMP N 1KARANGGAYAM dalam hal manajemen keuangan tetap mengikuti prosedur yang diberikan dinas, pelaporan keuangan yang transparan dan tetap melakukan pencatatan yang sesuai dengan pengeluaran dan pemasukan sekolah.




Gambar 1. FOTO DENGAN BENDAHARA SEKOLAH


Gambar 2. FOTO DENGAN KEPALA SEKOLAH

0 komentar:

Post a Comment