run text

Selamat Datang Di Blog Kumpulan Berbagai Makalah Artikel, dan Cerita
 
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Thursday, March 23, 2017

Nikmat mu, Ujian mu

0 komentar

Nikmat mu, Ujian mu

“Jangan terlalu bangga dengan nikmat yang telah Allah berikan kepadamu, dan jangan berkecil hati jika keinginan dan harapan yang engkau idamkan belum terwujud.”




Sering kita temui di dalam sebuah lingkungan masyarakat kontemporer yang notabene tempat terluas seseorang berinteraksi dan bersosialisasi dimana semua orang melakukan berbagai aktivitasnya masing-masing, dalam setiap langkah kehidupan yang di alami seseorang tentunya tidak terlepas dari yang namanya nikmat (comfort) dan masalah (problem), nikmat yang di berikan Allah SWT kepada setiap makhluknya, mulai dari nikmat sehat, nikmat umur yang panjang, nikmat iman, nikmat rezeki yang melimpah dan halal serta berbagai nikmat yang tak dapat di ungkapkan satu persatu karena berbagai nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita semua. Dari berbagai nikmat tersebut apakah kita sudah benar-benar menggunakannya sebaik mungkin (do the best time for everytime), apakah kita sudah bersyukur atas segala Nikmat yang telah hadir di kehidupan ini? Pertanyaan ini hanya sebatas agar kita kembali membuka hati dan pikiran kita supaya tetap dan selalu bersyukur kepada Allah sang maha pencipta yang telah menganugrahkan semua kenikmatan itu kepada hambanya. Janganlah menjadi manusia yang sombong (tak mau bersyukur dan menghadap kepada Allah) dengan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada hambanya, karena jelaslah semua kenikmatan yang ada dalam kehidupan ini merupakan kenikmatan yang datangnya dari Allah SWT.

Coba kita perhatikan firman Allah berikut ini
فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya “Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” ( QS. Az-Zumar ayat 49)

Maksudnya adalah ; (Maka apabila manusia ditimpa) yang dimaksud adalah jenis manusia (bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya) Kami anugerahkan kepadanya (nikmat) yakni pemberian nikmat (dari Kami ia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah atas sepengetahuan) dari Allah bahwasanya aku adalah orang yang pantas untuk mendapatkannya." Atau dengan kata lain, karena kepintaranku. (Sebenarnya itu)maksudnya, ucapan itu (adalah ujian) cobaan yang ditimpakan kepada seorang hamba (tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui) bahwasanya pemberian nikmat itu merupakan Istidraj dan ujian baginya.(tafsir Jalalayn)

Jadi seharusnya manusia tetap selalu berfikir bahwasanya semua nikmat datangnya dari Allah SWT, karena semua nikmat yang Allah berikan itu bukanlah hanya sebuah nikmat yang memang di berikan kepada hambanya karena hasil jerih payah yang di usahakannya akan tetapi nikmat yang Allah berikan itu terkadang memang sengaja di berikan untuk menjadi sebuah ujian dalam kehidupannya, hanya saja kebanyakan dari mereka tidak memikirkannya atau bahkan tidak mengetahuinya. Sebagai contoh kecil, seseorang yang di berikan kelebihan harta dengan lifestyle yang luxury bagi mereka yang tak memikirkannya itu memang mungkin hasil dari jerih payah yang telah ia lakukan, tanpa memikirkan dari mana asalnya kenikmatan tersebut, disitulah letak ujian yang Allah berikan, dengan kehidupan yang bergelimang harta tersebut apakan seseorang tetap dalam keimanannya, atau memikirkannya untuk menggunakan harta itu dengan sebaik mungkin dan memikirkan bahwa semua yang dimilikinya ada hak orang lain di dalammya. Nah dari sini dapat kita pahami bahwasanya sebagai manusia yang memiliki akal kita haruslah terus memahami dari berbagai nikmat yang kita dapatkan ini adalah untuk selalu mengingat Allah SWT, kepadanyalah kita harus taat dan patut untuk tunduk serta bersyukur dengan meyakini semua yang ada di kehidupan ini adalah kehendaknya, temasuk nikmat yang di berikan untuk menguji keimanan, karena ujian tentunya di berikan untuk menaikan level kita terhadap apa yang mestinya di capai, berarti Allah memberikan ujian kepada kita untuk menaikan derajat kita di sisinya.

Selain nikmat yang telah hadir menemani perjalanan kehidupan ini tentunya juga terdapat masalah yang juga pasti menyertai di dalamnya, dalam kehidupan tentunyanya terdapat dua hal tersebut yang tak dapat di pisahkan keberadaannya. Berbagai problem, ujian dan bahkan Masalah besar yang melanda tersebut terkadang dapat membuat orang bertendensi merasakan ketidakadilan atas takdir yang menimpanya itu, sehingga seseorang merasakan jauh dari rasa bersyukur kepada Allah, padahal masalah yang datang tersebut merupakan sebuah ujian dari Allah kepada hambanya, akan tetapi hanya sedikit orang yang memahami hal tersebut, meski mereka sadar akan cobaan dan ujian yang tentu akan menghampiri setiap manusia akan tetapi mereka tak menganggapnya sebagai ujian bahkan terkadang menyalahkan takdir akan masalah yang menghampirinya. Disanalah pentingnya kita sebagai manusia yang di berikan akal dan hawa napsu, seharusnya kita dapat menggunakan keduanya dengan bijak, dengan akal kita dapat berfikir dengan baik, dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, mana harus di lakukan dan mana yang tidak, dengan akal itulah sebagai manusia untuk terus mengembangkan pemikirannya serta mendewasakan diri untuk dapat mengarungi lautan kehidupan yang sangat luas ini, dengan akal pula kita di tuntut untuk terus belajar dan belajar dari berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan ini.

Oleh sebab itu jika kita sedang di timpa musibah atau masalah atau bahkan suatu keinginan kita belum juga terwujud haruslah kita introspeksi diri, mengapa hal tersebut menghampiri kita, mengapa hal tersebut terjadi pada kita, kemudian dari introspeksi diri itulah kita dapat memecahkan masalah yang terjadi tersebut, selain itu kita terus berusaha, tetap sabar dan berkhusnudzon kepada Allah atas ujian serta cobaan yang menimpa kita dan juga meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, karena tentunya di dalam sebuah masalah yang hadir dalam kehidupan ini terdapat hikmah di dalamnya. 

Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan berupa sedikit ketakutan) terhadap musuh, (kelaparan) paceklik,(kekurangan harta) disebabkan datangnya malapetaka, (dan jiwa) disebabkan pembunuhan, kematian dan penyakit,(serta buah-buahan) karena bahaya kekeringan, artinya Kami akan menguji kamu, apakah kamu bersabar atau tidak. (Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar) bahwa mereka akan menerima ganjaran kesabaran itu berupa surga. .(tafsir Jalalayn)

Dalam ayat ini kita dapat mengambil hikmah serta pelajaran yang terkandung didalamnya bahwa dalam setiap masalah yang kita hadapi kita diharuskan untuk terus bersabar karena masalah yang menimpa dalam hidup ini adalah sebuah ujian dari Allah SWT, Selain bersabar tersebut kita juga di haruskan untuk menghadapi masalah tersebut dengan tetap beriman kepada Allah berusaha menghadapi dan memecahkan masalah yang sedang di hadapinya. Dari masalah, cobaan, ujian tersebut Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi, maka dari itu tetaplah berusaha dan jangan berkecil hati, jangan putus asa dan pantang menyerah jika hal yang kita inginkan belum juga terwujud. Ingatlah bahwa Allah Maha Kaya, dengan segala niat baik yang kita lakukan akan ada kebaikan berlipat ganda yang Allah berikan kepada kita sebagai hambanya.
“Tak ada hal yang tak mungkin jika Allah menhendaki”
Mohon maaf jika ada salah kata di dalam tulisan ini, dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.


Baca Selengkapnya

Tuesday, March 14, 2017

Pentingnya Pergunakan Waktu Sebaik Mungkin

0 komentar

Di dalam dunia yang semakin berkembang saat ini, banyak sekali orang yang mulai melupakan waktu yang Allah berikan kepada manusia di dunia ini, waktu hidup yang telah di tentukan sering di lupakan dan akhirnya banyak yang menyesal karena telah mensia-siakan waktu hidupnya, oleh karena itu mari pergunakan waktu kita sebaik mungkin, ingatlah bahwa kehidupan kita ini hanya sementara, yang bisa di hitung dengan hari, jika kita samakan dengan usia rosululloh hitunglah berapa sisa hidup kita ini, dan apa yang harusnya kita lakukan, untuk itu sebisa mungkin jadikanlah kehidupan ini berguna, jika tidak bisa berguna untuk orang lain setidaknya bisa berguna untuk diri sendiri, pergunakan waktu untuk hal yang bermanfaat bukan untuk hal yang sia2, jika kita tak mempergunakan waktu sebaik mungkin apalah arti hidup ini, apa gunanya manusia hidup di dunia, coba bayangkan dan fikirkan kehidupan kita selanjutnya, perjalanan di alam lain akan lebih panjang di bandingkan kehidupan di dunia ini, jangan samapai kita terlena akan kehidupan yang ada di dunia ini, karena hal yang ada di dunia ini adalah hal yang semu, kehidupan yang fana. Jika kita tak mau mempergunakan waktu kita, kita akan menjadi orang yang merugi, disisi rugi dunia, juga dapat merugikan akhirat pula.


Selain itu sebagai manusia yang berfikir, hendaknya kita mampu untuk untuk merubah diri, manusia di ciptakan dengan akal pikiran sera nafsu, maka pergunakan akal pikiran kita untuk berfikir, karena kehidupan kita di dunia adalah ujian cobaan yang Allah SWT berikan kepada kita untuk kehidupan selanjutnya.
Seperti dalam alquran surat surat Al Ashr. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Dalam surat ini banyak sekali kandungan di dalamnya terutama mengenai keimanan kita kepada ALLAH SWT, di sinilah pentingnya kedudukan kita sebagai manusia, yaitu sebagai khalifah/ seorang pemimpin di muka bumi ini untuk hidup sebagai pengatur, pengelola kehidupan kita,, terutama menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri untuk mengatur kehidupan yang kita jalani mulai dari kita bangun tidur, hingga kita tidur lagi, semua yang kita lakukan adalah kita sendiri yang memulainya, semua aktivitas yang kita lakukan adalah diri sendiri yang mengkoordinir mulai dari bagaimana kita mengendalikan hawa nafsu kita, untuk apa kehidupan kita, dan bagaimana cara menghadapi masalah yang ada dalam kehidupan kita, semua itu diri sendirilah yang menentukan jalan mana yang akan kita tempuh, dan bagaimana cara menjalani kehidupan ini, maka kita seharusnya selalu meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.


Selain itu dalam surat An Nisaa ayat 134 Allah SWT berfirman: 
مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
‘’Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat’’
(Siapa yang menginginkan) dengan amal perbuatannya (pahala dunia, maka di sisi Allah tersedia pahala dunia dan akhirat) yakni bagi orang yang menginginkannya, dan bukan untuk umumnya manusia. Mengapa seseorang di antara kalian mencari yang paling rendah di antara keduanya, dan kenapa ia tidak mencari yang lebih tinggi saja, yaitu yang akan diperolehnya dengan jalan mengikhlaskan tuntutan kepada-Nya serta yang tidak akan ditemuinya hanyalah pada Zat Yang Maha Kaya. (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.)

Disini kita dapat mengambil kandungan ayat yang ada di dalamnya bahwa barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja maka ia adalah termasuk orang yang merugi, oleh sebab itu boleh kita memikirkan dunia, akan tetapi jangan orientasikan kehidupan kita hanya untuk memikirkan kehidupan kita di dunia saja karena amal dunia adalah bagaikan bayangan, semakin kita mengejar bayangan, maka bayangan yang ada pada diri kita itu akan semakin jauh dan mustahil bagi kita untuk mengejar bayangan itu.
Maka jadilah orang yang berguna setiap saat dan jangan menyia2kan kehidupan kita, pergunakan waktu kita sebaik mungkin dalam setiap waktunya, khususnya bagi mereka yang tidak terlalu banyak kesibukan, daripada waktu hanya di pergunakan untuk berdiam diri, mengapa tidak kita lakukan saja untuk hal yang berguna, banyak sekali hal berguna yang dapat kita lakukan tentunya.
mari kita awali dari diri kita sendiri, untuk kebaikan kita di dunia maupun akhirat.

Ingatlah hadits terkenal mengenai manfaatkan 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara;
عن ابن عبس رضي الله عنه قال: رسول الله صلي الله عليه وسلم قال: ﺇﻏﺗﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻘﺒﻞ ﺧﻤﺲ؛ ﺤﻴﺎﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﻤﻮﺗﻚ٬ ﻮﺼﺤﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﺴﻘﻤﻚ ٬ﻮﻔﺮﺍﻏﻚ ﻘﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ٬ﻮﺷﺒﺎﺒﻚ ﻘﺒﻞﻫﺮﻤﻚ٬ ﻮﻏﻨﺎﻚ ﻘﺒﻞ ﻓﻘﺮﻚArtinya:Dari ibnu Abas r.a. berkata rasulullah saw, bersabda: “memanfaatkan lima keadaan sebelum datangnya lima; masa hidup sebelum datang matimu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa muda sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa fakirmu”

Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya

Wednesday, February 24, 2016

Pengaruh Perkembangan Teknologi

0 komentar

Pengaruh perkembangan teknologi


Sejalan dengan Perkembangan zaman juga kemajuan Ilmu pengetahuan serta kemajuan tekknologi, di negara tercinta Indonesia ini terdapat fenomena merayakan hari-hari besar keagamaan secara meriah dan besar-besaran tak terkecuali hari raya umat islam. Contoh paling nyata yaitu hari raya Idul fitri dan Idul adha yang di rayakan oleh seluruh umat secara meriah dan besar-besaran, selain itu juga berlangsungnya pun tak hanya sebentar, dapat selama berhari-hari bahkan malah bisa berminggu-minggu. Stasiun televisi milik pemerintah maupun swasta juga seakan taak mau ketinggalan, mereka turut menyemarakan dengan manyajikan berbagai program-program terbaik mereka yng di kemas dalam suasana dan nuansa hari raya.

Tak hanya itu berbagai kejadian religius keagamaan pun masuk dalam kalender nasional sebagai hari libur nasional ataupun paling tidak di rayakan secara nasional bahkan sekarang ini juga terdapat cuti bersama untuk hari besar tersebut. Misalnya peristiwa isra mi’raj, hijrah ( taun baru hijriah) kalau orang jawa biasa menyebut satu suro, atau taun baru umat islam dll. Bahkan selain itu kegiatan religius pada bulan ramadhan, seperti sholat tarawih, sahur dan juga buka puasa bersama juga di kemas secara meriah oleh seluruh stasiun televisi. Tidak bermaksud mengada-ada kejadian fenomena seperti ini perlu kita cermati bersama  karena hal ini membawa dampak positif dan negatif secara keseluruhan dari adanya kemajuan pengetahuan dan  tekhnologi.

Secara tidak langsung semua kegiatan perayaan dan publikasi tersebut mengandung nilai dakwah yaitu pengenalan beberapa ajaran islam kepada orang-orang yang belum mengenal islam  atau terhadap orang-orang yang belum mengetahui dengan baik ajaran-ajaran agama islam, sehingga islam semakin di kenal baik oleh masyarakat. Pempublikasian itu semua n juga menimbulkan kebanggaan juga keberanian besar dalam diri masyarakat islam untuk tidak menunjukan jati dirinya, karena  eksistensi mereka memang sudah di akui publik secara luas. Lebih dari itu umat islam juga tidak canggung lagi untuk menyampaikan islam kepada publik secara terang-terangan.

Di sadari atau tidak  publikasi yang di lakukan berbagai media masa, baik cetak maupun elektronik terhadap berbagai kegiatan ritual islam sangat membantu dalam penyampaian ajaran-ajaran islam kepada publik. Tak hanya itu publikasi terhadap berbagai kegiatan ritual keagamaan tersebut juga semakin memacu gairah umat islam untuk merayakanhari raya  keagamaan dengan terang-terangan serta memacu keinginan umat islam untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan ritual keagamaannya.

Adanya kemajuan tekhnologi di masa modern ini, internet contohnya yang memunculkan berbagai situs jejaringan sosial seperti facebook, twitter, friendster my space, youtube, dan masih banyak yang lainnya yang bisa meresahkan umat islam karena penggunaanya yang tidak sesuai dengan aturan-aturan umat islam.
Seperti halnya yang berbau pornografi siapapun yang melihatnya pasti akan terarik dan semakin penasaran untuk mengetahuinya lebih lanjut. Sebenarnya tak hanya situs jejaringan sosial  yang ada dalam internet tetapi juga buku-buku, tabloid, juga banyak publik-publik lain di koran, majalah ataupun acara-acara yang ada di televisi yang di katakan sebagai laporan investigasi. Namun sebenarnya malah justru mengeksploitasikan sisi seksualitasnya yang di suguhkan secara provokatif, para pembaca maupun penonton yang menikmati laporan seperti ini bukan karena keingintahuan mereka tentang apa yang terjadi di masyarakat tetapi lebih di dorong oleh nafsu seksualnya.

Hal yang terjadi semacam ini sedang ngetren sekarang ini, tentu saja sangat berbahaya bagi para remaja yang sedang di hinggapi rasa penasaran, orang yang penasaran biasanya mencari media apa saja untuk bisa menghantarkan kepenasarannya kepada realita yang sesungguhnya. Karena itu remaja biasanya sangat senang dengan tontonan yang berbau pornografi. Setelah melihat atau membaca buku, majalah koran, tabloid ataupun dari kemajuan tekhnologi lainnya seperti internet bisa timbul ilusi seksualnya. Jika ini terjadi maka ini awal dari seorang remaja akan terjerumus kedalam hal-hal tercela.

Maka dari itu seharusnya para penulis maupun pengelola media massa mempertimbangkan dampak negatifnya  dari penerbitan atau penayangan program-program investigasi sosial yang mengandung seksualitas.

Selain adanya sisi negatif dari situs jejaringan sosial yang ada di internet juga terdapat sisi positifnya, dari kemunculan situs jejaringan tersebut. Contohnya yang ada kita dapat saling bertukar pengetahuan maupun pengalaman dengan orang yang sudah kita kenal ataupun yang belum pernah kita kenal sebelumnya.  Selain itu para pemuka islam para ulama maupun paa da’i dapat berdakwah melalui situs jejaringan sosial yang ada untuk menyampaikan ajaran-ajaran islam. Selain itu kita pun dapat berorganisasi, bermain(dalam hal positif) dan juga menambah ilmu pengetahuan dari kemajuan teknologi tersebut.

Di sadari atau tidak semua itu adalah akses dari pemahaman formalitas terhadapa agama yang mengedepankan kulit daripada isi  dan mungkin sekali semua itu juga dampak tidak langsung dari publikasi terhadap ritual keagamaan.

Karena itu perlu upaya komprehensif dari semua pihak terutama para da’i ulama pemuka-pemuka agama islam dan seluruh umat islam untuk menyampaikan islam secara komprehensif.

Hampir menjadi pengetahuan umum bahwa dasar dari peradaban modern adalah ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek). Iptek merupakan dasar pondasi yang menjadi penyangga bangunan peradaban modern sekarang ini. Masa depan suatu bangsa akan banyak di tentukan oleh tingkat penguasaan tentang iptek. Telah di akui bahwa iptek di satu sisi telah memberikan berkah (keuntungan dan anugrah) yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia, namun di sisi lain iptek telah mendatangkan petaka yang pada gilirannya mengancam nilai kemanusiaan, kemajuan dalam bidang iptek telah menimbulkan perubahan sangat cepat dalam kehidupan umat manusia. Hampir-hampir tidak ada segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh perubahan-perubahan ini pada kenyataan telah menimbulkan pergeseran pada nilai-nilai dalam kehidupan umat manusia termasuk di dalamnya nilai-nilai agama, moral dan kemanusiaan.

Tradisi yang lagi ngetren untuk kalangan remaja saat ini adalah media sosialnya, bahkan jika dalam suatu perkumpulan akan di bilang gagap teknologi (gaptek) oleh teman yang lain jika ada dari mereka yang tak memiliki akun media sosial tersebut, memang perkembangan teknologi yang begitu pesat itu telah merubah gaya hidup dalam bermasyarakat saat ini, bukan hanya para renaja, bahkan orang-orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk selalu meng update di media sosialnya, bahkab ada banyak kasus yang terjadi di karenakan berawal dari media sosial, seperti kasus penculikan, penipuan, selingkuh, bahkan hal-hal yang berbau negatif yang lainnya, yang sudah sering kita dengar beritanya.

Solusinya untuk menghadapi perkembangan teknologi itu kita harus pintar dan pandai serta bijak dalam penggunaanya, untuk penggunaan anak-anak harus dengan pengawasan penuh dari orang tua, jangan hanya di biarkan begitu saja, selain itu kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah swt agar kita selalu mendapat perlindungan darinya. 

Mungkin cukup sekian dari saya semoga bermanfaat untuk kita semua.

Baca Selengkapnya

Sunday, February 21, 2016

Motivasi Merubah Kualitas Diri

0 komentar

Masa depan untuk perubahan kualitas diri


Sungguh bingung harus darimana memulai cerita ini, entahlah, saya sendiri masih belum memahami bagaimana kehidupan yang sesungguhnya kita alami , banyak sekali hal yang terjadi dalam hidup ini , setiap hari yang ku lalui dengan berjuta waktu yang telah tertinggal dan semua itu pergi begitu saja meninggalkan kita. Jujur saya tak mengerti dengan kehidupan yang penuh dengan masalah ini, banyak sekali tujuan yang ingin di capai, banyak sekali yang di inginkan dalam hidup ini, dan banyak sekali hal yang tak di inginkan terjadi dengan kita, ya begitulah hidup ini, terkadang kita kecewa dengan hal yang terjadi dalam hidup ini di karenakan kita tak menginginkan hal tersebut. Akan tetapi kita pun bisa merasa senang dan juga gembira dengan kejadian yang tak kita fikirkan bahkan tak terkira sebelumnya.
Berlalunya waktu yang semakin menjauh dari diri kita ini, setiap kali saya sedang sendiri, banyak sekali yang muncul di dalam benak pikiran ini, ya entahlah darimana mereka datang, secara diam tiba-tiba pikiran itu merasuk dan sembunyi ke dalam otak ini, ya pasti tentang kehidupan yang telah terjadi dan pula yang belum terjadi , akan tetapi lebih tepatnya mengenai kehidupan di masa depan, setiap kali saya selalu memikirkannya, membuat kepala ini terasa begitu berat seakan besi beton yang menimpa di atas kepala ini, perasaan resah serta gelisah membayangkan apa yang akan terjadi pada masa depan itu, entahlah saya tak mengatahui mana yang benar akan terjadi dan mana yang akan hanya menjadi bayangan saja dan mana yang benar akan menjadi nyata.
Begitu jauh yang banyak di bayangkan oleh semua orang dengan berjuta impian yang muncul. Dengan memahami kehidupan yang sesungguhnya serta melihat kenyataan yang benar terjadi, saya dapat menggambarkan dan menyimpulkan bahwa hidup itu tak semudah yang ada dalam pikiran banyak orang ini, serasa beban yang ada dalam hidup ketika kita telah melewati masa-masa kita yang telah berlalu.
Beban yang jelas terlihat begitu jelas ketika kita hidup bermasyarakat, banyak sekali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pesan moral yang harus di pikulnya, dengan moral dan nilai yang benar-benar harus di jaga dengan sebenar-benarnya. Ya memang, tak mudah untuk menjalani itu semua, sekarang baru terasa dalam hidup ku ini, hal tersebut yang memang benar-benar bisa di rasakan ketika kita telah tunbuh semakin dewasa bahkan semakin tua, semakin banyak beban juga tanggung hawab yang harus kita pikul dalam kehidupan ini, bukan hanya untuk kelangsungan hidup, tapi pertanggungjawaban untuk apakah hidup kita ini, mengapa hal itu begitu penting?, mengapa di dalam hidup ini pasti terdapat hal-hal dengan berjuta kesalahan?, dengan berjuta pandangan serta berjuta omongan, entah apakah memang hanya saya yang merasakan atau memang terjadi kepada semua orang yang ada di dunia ini. Ya mengenai hal dalam kehidupan sosial bahkan hal kecil sekalipun tak bisa di pungkiri dan tak bisa di sembunyikan itu, memang benar sekali adanya, ada yang menyukai kita, ada pula yang membencinya, banyak sekali cara pandang yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. 


Baca Selengkapnya

Sunday, June 21, 2015

Sepenggal kisah tentang hidup ku (cerita bersambung)

0 komentar
Sepenggal kisah tentang hidup ku
Daun-daun pohon jambu yang mulai menguning dan kering berjatuhan di halaman rumah dengan hamparan rumput jepang nan hijau kini ku lihat dari jendela. Seorang diri, ku duduk termenung di  dalam ruangan yang sepi ini, hanya di temani oleh meja serta kursi dari kayu yang mulai rapuh, karena di makan usia, Entah tak tau berapa usianya. Detak suara jam dinding yang begtu menggetarkan dada membuat suasana hening menjadi sedikit di temani olehnya, serta sinar mentari pagi menerobos masuk melalui jendela kayu yang telah mulai rapuh di makan rayap, sinar ini sedikit menghangatkan tubuh ini, di tengah dinginnya cuaca pagi hari, ya ini lah kesederhanaan hidup yang ku alami, tinggal di gubuk kecil sederhana dengan dinding bilik tua mulai rapuh karena di makan rayap.

Kemudian tanpa sengaja datang tamu tak di undang di dalam fikiran ini untuk mengulang masa lalu yang sesungguhnya tak dapat di ulangi kembali dalam kehidupan nyata saat ini. Bertahun-tahun setelah ku tinggal lama tempat ini, belum banyak mengalami perubahan. Teringat dengan masa-masa kecil yang penuh dengan kenangan, meski kenangan itu tak seindah dan juga sebaik yang di inginkan.

Setiap hari  sore itu banyak hal yang ku lakukan, sepulang sekolah membantu mbah kakung (sebutan kakek) untuk melakukan pekerjaan sebagai seorang petani, tak begitu luas hanya sebidang tanah sawah yang di garap oleh nya, bertahun tahun tinggal jauh dari kedua orang tua, karena sejak kecil di titipkan oleh kedua orang tua kepada simbah, karena kedua orang tua ku pergi merantau sejak masih anak-anak yang begitu polos dan lugunya, belum genap 3 tahun usianya pada waktu itu, mereka menitipkan ku kepada simbah, simbah ini adalah orang tua dari ayah.

Ketika usia belum genap 6 tahun simbah memasukan ku ke sekolah dasar di desa ini. Hal ini di lakukan karena teman-teman ku juga sudah mulai memasuki bangku sekolah, desa yang berada di lembah dan di kelilingi pegunungan yang berdiri kokoh nan hijau tepatnya pada SDN 1 Kajoran. ya langsung masuk di sekolah dasar karena pada waktu itu taman kanak-kanak maupun pendidikan anak usia dini belum se tenar sekarang, sekolah Di daerah desa terpencil dan jauh dari gemerlapnya kota Kebumen, letaknya di provinsi jawa tengah. selang setelah pendaftaran ada cerita yang tak bisa di lupakan saat itu yaitu Ketika sudah mulai masuk sekolah semua teman-teman mengenakan seragam sekolah dengan celana merah dan kemeja putih, tetapi tidak dengan ku , entah apa yang menjadi alasannya aku pun tak tahu, dan bahkan tak terfikirkan oleh ku, sebagian teman ada yang mengejeknya pada waktu itu, tapi tak sedikitpun aku menghiraukan mereka. Banyak ejekan macam-macam yang di dapat, tapi tak sedikitpun menyurutkan untuk tetap belajar, ya meskipun dengan modal otak yang pas-pasan, banyak cerita yang sebenarnya Selama duduk di bangku sekolah dasar, akan tetapi jika di tuliskan semua disini sampai ribuan halaman tak akan cukup untuk menceritakan semua kenangan pada masa itu dan setelah 6 tahun terlewati, kemudian akhirnya di nyatakan lulus. singkat cerita setelah lulus dari sekolah dasar lalu melanjutkan ke sekolah menengah pertama, masih di daerah itu juga, dan akhirnya dapat di terima SMP negeri.

       Tak jauh beda dengan pada saat di sekolah dasar saat masuk di sekolah menengah pun masih tetap banyak yang mengejeknya, entah ada apa yang aneh pada diri saya, tapi di terima saja dengan lapang dada. Nah pada saat-saat ini hari-hari yang mulai dengan banyak kenangan-kenangan yang bisa di ingat.
Sepulang sekolah di rumah sudah banyak yang menjadi kebiasaan rutinitas setiap hari, seperti membantu membersihkan rumah, mencuci piring,menyapu halaman, mencari kayu bakar dan lain sebagainya, selain itu juga membantu simbah di sawah, jika musim penghujan tiba mulai membajak sawah untuk di tanami padi hingga memanennya, dan ketika musim kemarau sebidang tanah itu di tanami dengan tembakau, dengan sebagian yang lain di tanami kacang hijau, ya itulah rutinitas yang sudah biasa di alami, hingga 3 tahun lulus dari sekolah menengah pertama.

       Kerinduan ingin hidup seperti taman-teman yang lain dapat tinggal juga hidup dengan kedua orang tua, mendapat perhatian dari kedua orang tua, kemudian diri ini pergi menyusul ke tempat kedua orang tua merantau ke kota Jakarta.. Seberarnya ingin sekali melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi  tapi karena keterbatasan ekonomi itu, setelah keluar dari sekolah menengah pertama, langsung bekerja, ya hanya pekerjaan seadanya, berawal dari saudara tepatnya paman yang menawari untuk bekerja di sebuah kantor pelayanan expedisi. Hanya sebagai petugas cleaning service, ya pada saat itu tak  terlalu banyak  pikir panjang ujar ku, walau sedikit ragu tetapi langsung saja ku terima tawaran itu.

        Pertama kali menginjak kota Jakarta, ibu kota yang sering di ceritakan orang-orang ternyata tak seindah bayangan seperti biasa kebanyakan orang-orang ceritakan, Jakarta yang kumuh, penuh dengan manusia dari berbagai pelosok juga penjuru daerah, tapi tak begitu banyak orang yang peduli dengan orang lain, mereka terlalu sibuk dengan urusan dan juga kepentingan mereka masing-masing. Serta kamacetan di sana sini, oohh inilah Jakarta yang sesungguhnya, kota yang banyak orang-orang ingin mendatanginya, yang katanya kota metropolitan, kota dengan sejuta harapan tak lama hanya sekitar 6 bulan bisa bertahan di ibu kota itu, belum sempat bisa hidup bersama orang tua, bahkan pergi jauh dari keluarga simbah meninggalkan kampung halaman serta hidup seorang diri tanpa ada seorangpun yang di kenalnya.

         Setelah itu akhirnya aku bisa berkumpul dengan kedua orang tua ku. Ya keinginan untuk melanjutkan sekolah pun masih ada, tapi ketika hendak masuk sekolah di kota dengan biaya yang begitu besar, akhirnya di urungkan niatnya kembali, masih berfikir lagi , setelah di tunda 2 tahun akhirnya baru dapat kembali melanjutkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di kota bogor, meskipun telah tertunda, tapi takada yang namanya terlambat untuk belajar, ketika saat itu mulai terfikirkan begitu susahnya menjadi orang bodoh yang setiap harinya hanya di bodohi juga di perbudak oleh orang lain, menjadi orang bodoh itu sangat tidak enak, meskipun sedikit menyesal, tapi apa yang perlu di sesali, tak perlu terus menerus terpenjara dengan masa lalu, yang penting fikirkan bagaimana kedepannya.

Untuk merubah sesuatu yang tidak biasa memang sedikit sulit tapi dari kebiasaan itu kita bisa menjadikan yang biasa bisa menjadi luar biasa.

Baru bisa di mengerti batapa pentingnya ilmu yang harus kita ketahui betapa pentingnya pengetahuan yang harus kita miliki. Hingga akhirnya 3tahun belajar di kota, selalu mendapatkan prestasi hingga biaya sekolah pun di tanggung dari beasiswa. Keberuntungan bisa saja menghampiri siapa saja yang mau berbuat juga berusaha.

Bersambung…..


Baca Selengkapnya

Friday, November 9, 2012

cara Menghilangkan sifat sombong

0 komentar

Cara menghilangkan sifat sombong


Bismillahirrohmanirrohim
MENJINAKKAN KESOMBONGAN DIRI



          Allah swt, telah menciptakan segala hal di dunia ini berpasang-pasangan. Panjang-pendek, gemuk-kurus, gembrot-lansing, jauh-dekat, besar-kecil, tingi-rendah. Begitu pula kaya-miskin, pintar-bodoh, banyak ilmu-miskin ilmu, pejabat teras-rakyat biasa. Semuanya serba berpasangan. Sejak awal Allah Maha Gagah menegaskan bahwa perbedaan itu bukan merupakan ‘kelebihan sejati seseorang atas orang lain. Sebab, sesunguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa: taat kepada aturan-Nya baik perintah maupun larangannya. Allah berfirman yang artinya:
“Hai manusia, sesuangguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S al-Hujurat:13)
          Dan karena itu pula, perbedaan tadi bukanlah bibit untuk melahirkan kesembongan manusia, melainkan merupakan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah Rabbul ‘alamin.

Sombong: Bertentangan Dengan Realitas

          Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw, bersabda:”Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sifat sombong walaupun hanya sebesar dzaroh (atom)”
Lantas ada seseorang yang berkomentar: “Sesungguhnya seseorang itu suka memakai pakaian yang bagus dan sepatu bagus”
Menanggapi hal ini Rasulullah saw, menyatakan:
“Sesungguhnya Allah itu indah, suka pada keindahan. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia” [HR. Imam Muslim]
          Hadits ini menjelaskan ada dua unsur yang terkandung dalam sebuah kesombongan: menolak kebenaran dan merasa diri lebih tinggi dengan merendahkan orang lain. Sebagai renungan, pernah seseorang yang cukup senior berdiskusi dengan seorang remaja berusia 21 tahun tentang wajibnya penerapan hukum-hukum islam. Setelah diskusi berlansung 1 jam 45 menit, kata akhir pun tidak dicapai. Remaja tadi tetap pada pendiriannya bahwa hukum Islam wajib diterapkan berdasarkan argumentasi, sedangkan sang senior menolaknya. Bahkan dengan ketus berujar: “kamu ini anak bau kencur! Sudah berani-beraninya menentang orang tua. Saya sadah kenyang dengan perjuangan. Penerapan Islam mah hanya merupakan ilusi”. Sikap demikian menunjukkan suatu sikap sombong. Bentuknya, menolak kebenaran yang nampak jelas didepannya.
          Allahu Akbar. Hanya Allah sajalah Dzat Maha Agung lagi Maha Besar. Manusia –bukan hanya satu atau dua orang tapi setiap orang- serba kurang dan lemah. Siapapun orangnya, baik anda maupun orang lain, bila merenungi realitas manusia ini akan menyimpulkan bahwa tidak layak berlaku sombong.
          Sebagai misal, tanyalah pada diri kita masing-masing, apakah kita yang membuat diri kita sendiri? Jawabannya pasti Tidak! Anda, sama dengan saya. Bukan saya yang membuat diri saya,dan diri anda bukan Anda yang membuatnya. Kita tidak punya kemampuan sedikitpun untuk menciptakan diri kita sendiri, apalagi menciptakan orang lain. Kita tidak memiliki kuasa untuk mengadakan diri kita. Anda, saya dan kita diciptakan oleh Allah swt. Bukan sekedar itu, kita juga tidak akan pernah mampu menghindar dari kematian. Bila ajal sudah tiba, tidak akan ada satu makhluk pun yang dapat mencegah apalagi terhindar darinya. Coba sebutkan, satu saja, orang yang dapat menghindar dari datangnya ajal! Tidak ada !!! Bila untuk sekedar mempertahankan keberadaan saja tidak mampu, apa yang menjadi alasan bagi kita untuk sikap sombong?
          Realitas-realitas sederhanapun menjelaskan ketidaklayakan seseorang bersikap sombong. Coba kita tanyakan secara jujur dan sengaja pada diri kita, darimana dan siapa yang membuat baju, celana, sepatu, kancing, sletting, tas, potlot, pulpen, buku, peci, kerudung, mukena, kacamata minus, jam tangan, dan hand phone yang kita pakai ? Apakah semua itu kita membuat dengan tangan kita sendiri? Dan apakah kita mampu menyediakan dan memproduksi sendiri semua kebutuhan tadi? Ataukah sekedar membuat kancing pun kita tidak bisa? Bila demikian, apa layak kita memelihara rasa sombong dan ujub (angkuh) itu?
          Ketika kita sedang makan, pernahkah menghayati siapa yang menanam padi, siapa yang menggilingnya, siapa yang membelinya dari pasar, siapa yang membuat magic jar untuk menghangatkan nasinya, siapa yang menambang minyak tanah atau gas untuk kompor, siapa yang menanam sayur yang kita santap, siapa yang memasaknya, siapa yang menanam kedelai bahan tempe yang kita santap, siapa yang mendatangkan tahu dari sumedang ke rumah kita, siapa yang menyediakan air bersih bagi kita? Apakah kita yang melakukannya? Siapa yang memeras susu murni yang kita minum? Siapa yang menanam pisang, apel, atau buah-buahan yang lainnya yang kita nikmati? Apakah kita yang melakukan semua itu? Dan apakah kita memiliki kemampuan untuk melakukan sendiri hal-hal tersebut?
          Berikutnya, apakah gayung di kamar mandi, kita sendiri yang membuatnya? Sabun mandi dan sampo kita sendiri yang meraciknya? Belum lagi sisir dan cermin yang ada dirumah kita, kitakah yang membuatnya? Apakah kita mempunyai semua keahlian tersebut? Bila tidak, orang yang membusungkan dada sebenarnya hanya menunjukkan kenyataan bahwa ia tida mengetahui dirinya sendiri (baca: ‘tidak tahu diri’)
          Boleh jadi seseorang merasa dirinya lebih tahu dibandingkan dengan orang lain. Dari satu sisi tidak menutup kemungkinan benar, ia lebih tahu dari orang lain. Namun, sekalipun demikian, berlagak sok paling tahu hanyalah cerminan dari sejenis ketidak-ikhlasan Tidak tunduk kita --sewaku tersamar atau terang-terangan—merasa lebih dari orang lain merupakan awal kesombongan. Realitasnya, benerkah kita yang paling tau atau serba tahu? Marilah kita lihat, sekedar contoh saja, seseorang yang sangat athu tentang statistika belum tentu paham kedokteran. Ada juga seorang temen yang sangat mahir dalam bidang ekonomi, namun saat menerjemahkan buku berbahasa Arab kualitasnya terjemahannya jauh dibawah orang lain. Contoh lain,s eorang kyai di daerah Garut memiliki keahlian luar biasa dalam masalah fikih, namun beliau mangaku awam dalam masalah politik Islam. Demikianlah keadaan manusia. Boleh jadi ia memiliki kelebihan dalam sesuatu tetapi justru lemah dalam banyak perkara lainnya. Bila orang yang merasa dirinya lebih dalam suatu hal bertindak sombong, dapat dipastikan dunia ini penuh dengan manusia-manusia angkuh. Tentu saja, hal ini bertentangan dengan karakter dasar manusia sesuai fitroh.
          Atau barangkali kiat merasa memiliki kekuatan melebihi orang lain. Bibit keangkuhan pun mulai tumbuh. Ketika hal ini terjadi, bersegeralah meminta ampun. Sebab, merasa lebih atau paling kuat hanyalah sebuah bentuk kesombongan. Cobalah Anda jalan-jalan ke depan rumah ataupun kalau hendak pergi kepasar. Disana banyak ditemui mamang tukang jual gorengan yang dipikul. Sebelum tukang gorengan itu menggoreng tahu, karoket, combro, bala-bala, pisang atau tempe umumnya minyak –yang sudah menghitam—itu mendidih. Sangupkah anda meminta sesendok makan minyak mendidih itu, lalu diminum saat itu juga? Bila sanggup, apa yang terjadi? Lidah Anda pasti melepuh! Gigi pun bisa rontok. Mengapa? Kekuatan seseorang sangatlah terbatas. Seseorang mungkin saja tidak hari tiga malam tidak tidur karena kesana kemari menyebarkan Dakwah. Namun, tetap saja, ia perlu istirahat. Inilah Sunnatullah. Sebagai catatan ringan, manusia mampu bertahan tidak makan hanya 3 atau 4 bulan, dapat bertahan tidak minum maksimal 4 hari, dan kekuatan menahan nafas hanyalah 3,8 menit. Bila demikian, dimamakah letak kekuatan yang dibanggakan itu?
          Seseorang boleh jadi merasa sombong akibat kecantikan atau ketampanan dirinya. Atau barangkali merasa sombong karen amerasa paling jelek rupa. Bila Anda termasuk orang seperti tadi, sudah saatnya Anda menengok realitas sebenarnya. Apakah kecantikan dan kegantangan atau kejelekan itu hadil buatan Anda sendiri? Hidung mancung, mata melankolis, bibir sensual, pipi merah muda alami alias si humairah tea, alis mata laksana emut hitam berbaris, dagu ibarat telur asin sepotong, atau barangkali janggut tebal hiasan, apakah anda yang menjadikan itu semua? Bukan! Sekali lagi bukan! Bila begitu, rupa mana yang layak untuk disombongkan?
          Belum lagi bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah swt. Manusia itu maha tidak tahu. Manusia, siapapun dia, tidak dapat membuat walaupun hanya seekor semut tanpa menggunakan bahan apapun. Cobalah merem allu bilang aba kadabra, akan muncullah semuat spesies terbaru? Pasti, tidak. Atau, saat Anda tenagh mengetik dihadapan komputer pukul 14:17 (tentu saja siang) WIB, pusatkan kosentrasi Anda, lalu rubahlah agar saat itu juga berubah menjadi pukul 02:17 malam WIB, bisakah? Lagi-lagi, tidak! Karenanya, realitas menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki sesuatu yang dapat disombongkan. Bila demikian, siapapun orangnya yang memandang diri dia mempunyai kelebihan atas orang lain tidak layak bersipak sombong. Sebab, kesombongan bertentangan dengan realitas. Tidak ada alasan apapun bagi manusia –siapapun ia, bagaimanapun kemampuan dia—untuk berperangai sombong.

Sombong: Bertentangan Dengan Hukum Allah SWT

          Abu hurairah ra, menyatakan bahwa Rasulullah swa, bersabda, Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Agung Berfirman:
“Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan kebesaran adalah seledang-Ku, maka barangsiapa yang menyaingi Aku dalam salah satunya maka Aku pasti akan menyiksanya.” [HR. Muslim]
          Begit pula, sabda Nabi saw:
“ Suatu ketika ada seorang laki-laki berjalan dengan memakai perhiasan dan bersisir rambutnya, ia mengherani (ta’jub) dirinya sendir dengan penuh kesombongan didalam perjalannya itu, Kemudian, tiba-tiba Allah swt. Menyiksanya: ia selalu timbul tenggelam di permukaan bumi sampai hari kiamat.” [HR. Bukhori dan Imam Muslim]
          Dalam kedua hadits ini tegas sekali Allah swt, akan menyiksa siapa saja orang sombong. Artinya, Allah swt. Mengharamkan sikap sombong (merasa diri lebih dari orang lain, menganggap yang lain lebih rendah, dan menampakkannya), ataupun ujub/angkuh (bangga terhadap diri sendiri tanpa memperlihatkannya). Kesombongan hanyalah Milik-Nya. Hanya Dia yang berhak untuk ‘sombong’. Tidak layak siapapun angkuh dan sombong, sebab memang tidak ada yang dapat disombongkan.
          Bahkan Nabi saw, senagja menekankan persoalan ini dengan bertanya kepada para sahabat:
“maukah kalian aku beri tahu ahli neraka?” Baliau pun menjelaskan “Yaitu, setiap orang yang kejam, rakus dan sombong” [HR. Bukhori dan Muslim]
          Jelas bahwa balasan mereka yang sombong adalah neraka.
“tidak akan masuk surga orang yang didalamnya ada sifat sombong walaupun sebesar atom”
          Satu hal yang penting dicamkan bahwa menghindari kesombongan bukan berarti menghindari punya kelebihan, melainkan menghindari adanya perasaan ataupun ungkapan mengagung-agungkan diri sendiri serta mengangap orang lain lebih rendah darinya. Orang mengenakan pakaian bagus, bukan berarti sombong ata angkuh. Orang berpegang teguh kepada kebenaran Islam dan menentang mentah-mentah pemikiran dan idiologi kufur, tidak mengindikasikan adanya kesombongan. Sebaliknya, saat seseorang mengenakan pakaian bagus, misalnya, disertai dengan sikap merasa bahwa dia libih tinggi dan orang lain dibawah dia, saat itulah kesombongan muncul.
          Begitu juga, orang yang berpakaian serba jelek bila hati yang tertanam rasa bahwa ia lebih zuhud daripada orang lain, ketika itu kesombongan nampak. Sama dengan itu, seseorang yang menyampaikan Islam dengan progresif, semangat yang berkobar serta menentang keras kebatilan disertai dengan argumentasi mematikan, sementara dihatinya tida terbetik sedikitpun rasa bangga akan diri sendiri atau sikap memandang rendah oranglain, maka kesombongan tidak melekat dalam dirinya. Jadi persoalannya terletak dalam sikap memandang rendah orang lain, pada saat ia memangdang tinggi diri sendiri.
          Selain itu, orang seperti –orang yang  sombong—ini akan sulit menerima kebenaran  yang disampaikan oleh orang lain. Mengapa? Sebab, sudah merasa dirinya lebih dan orang lain serba rendah sehingga –dalam pandanganya—mana mungkin orang ‘tinggi’ menerima sesuatu dari orang ‘rendah’. Berkaitan dengan persoalan ini, dulu seorang sahabat mengungkapkan pandangan di depan Rasulullah saw:
“Sesungguhnya seseorang itu suka memakai pakaian yang bagus dan sepatu bagus”
Menanggapi hal ini Rasulullah saw, menyatakan:
“Sesungguhnya Allah itu indah, suka pada keindahan. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia” [HR. Imam Muslim]

Menghidari Sikap Angkuh Dan Sombong

          Sikap angkuh dan sombong dapat menimpa siapa saja: saya, anda, kita, dia dan mereka. Sekali lagi, dapat menimpa siapa saja. Ungkapan seperti ‘kalau bukan saya, mana mungkin bisa!’, ‘Untung saja ada saya kalau tidak wah bahaya..’, ‘saya ini orang terkenal lho!’ dan ‘ah, dia kan ngajinya juga baru kemaren sore, sedangkan saya lulusan perguruan tinggi agama’ dan sejumlah uangkapan yang lain, merupakan indikasi sikap kesombongan. Untuk menjinakkannya, perlu menempuh beberapa hal. Antara lain sebagai berikut:
1.    Senantiasa mengingat dan menanamkan keyakinan bahwa sombong dan ujub itu dosa. Bukan orang lain yang akan merasakan balasan buruknya dari Allah melainkan diri sendiri
2.    Yakinlah, kesombongan tidak akan menambah apapun selain kerugian. Tidak ada orang yang suka siapapun yang angkuh dan sombong. Sama seperti anda dan saya. Sebenarnya, seseorang yang sombong juga tidak suka bila ada orang lain berlaku sombong didepannya. Dia pun akan mengatakan “sombong amat” padahal, apda saat yang sama ia tidak sabar aklau dirinya juga menunjukkan sikap sombong, mengapa ia tidak katakan pada dirinya sendiri ‘Sombong amat kau!”
3.    Sering-seringlah mengingat kelemahan diri sendiri. Pada berbagai kesempatan –santai, saat istirahat, ebngong di kendaraan, sejenak menjelang tidur, atau kapan saja—cobalah memikirkan kelemahan kita dibandingkan dengan orang lain. Dengan mengetahui kelemahan, insyaAllah akan muncul sikap rendah hati (tawadlu’). Sebaliknya, tanpa mengetahui kelemahan, seseorang akan merasa dirinyalah yang paling segala-galanya. Orang sunda menyebutnya ‘asa aing pangdadalina!’ (merasa dirinya paling gagah laksana burung garuda). Hal ini tida berarti jangan mengetahui kelebihan diri sendiri. Tidak seperti itu ! memahami potensi dan keunggulan diri sendiri amatlah penting. Namun mangetahui keunggulan diri sendiri tersebut jangan sampai melahirkan sikap menganggap rendah orang lain. Sebab, setiap kelebihan yang Anda miliki hanyalah sebuah kemahalemahan manusia bila dibandingkan dengan kesegalamahaan Allah Dzat maha Kuasa. Dan setiap Anda memiliki kelebihan dalam perkara yang merupakan kelemahan Anda.
4.    Seperti telah disebutkan, memelihara sifat sombong berarti membangun benteng penghalang datangnya kebenaran. Dengan adanya sombong, seseorang cenderung menolak kebenaran sekalipun telah jelas didepan mata. Padahal, menolak kebenaran berarti mengunci gerbang perubahan kearah kebaikan yang bermuara kepada kebahagiaan. Konsekwensinya, kebahagiaan dunia dan akhirat, bila demikian, hanyalah sebuah angan-angan hampa.
5.    Bila Anda sering melayat orang yang emninggal dunia, jangan hentikan kebiasaan itu! Selain sebagai pemenuhan  atas perintah Allah swt, melayat itu juga dapat Anda gunakan sebagai perenungan. Saat melayat, cobalah sekali-kali singkap kain penutup wajahnya. Nampaklah wajah pucat pasi dengan mata terpejam, bibir rapat tertutup. Badan terkujur membeku, tangan terlipat kaku. Tidak dapat berbuat apa-apa. Padahal, teman atau tetangga Anda itu mungkin saja seorang jutawan, atau barangkali wartawan senior, boleh ajdi dia itu orang yang popularitasnya luar biasa, mantan penguasa. Namun, kelebihan apapun tidak berati apa-apa saat itu. Semuanya serba kecil dihadapan Allah Rabbul ‘alamin. Bila seperti ini realitasnya, apa lagi alasan untuk bersombong diri?!
6.    Setiap kali muncul keinginan untuk sombong atau membanggakan diri, segeralah mohon ampunan kepada Allah Dzat Pemutar balik Hati. Berlindunglah dari kesombongan, dan berdo’alah kepada Allah! Mudah-mudahan Allah swt mengabulkan.

Akhirnya, mulai detik ini benih-benih kesombongan tidak boleh ada dalam diri kita, apalagi sebagai pengemban dakwah. Kesombongan dan keangkuhan merupakan indikasi kelemahan diri sendiri. Kesombongan dan keangkuhan merupakan perbuatan yang jauh dari simpatik. Akibatnya, orang yang didakwahi justru menyingkir dari kita. Ini kalau bangga terhadap diri sendiri berkenaan dengan perkara-perkara yang boleh jadi memang benar-benar ada dalam diri kita. Tetapi, bila memuji diri sendiri, merasa lebih tinggi, dan merendahkan orang lain itu menyangkut perkara yang tidak ada pada diri kita maka, sesungguhnya hal ini merupakan indikasi kemunafikan. Tidak mau menerima diri sendiri sebagaimana apa adanya. Bahkan merupakan keengganan menghadapi dan menerima kebenaran. Dahulu, iblis enggan tunduk kepada Allah swt karena kesombonganya. Jadi sombong atau ujub? No way!
          Jika semua manusia menyadari bahwa sifat sombong itu adalah sebuah kekuatan yang besar yang dapat memusnahkan semua amalan baik dalam diri masing masing an nass, pasti kita sebagai makhuk yang cerdas dan memiliki akal pikiran melebihi makhluk  Allah yang lain, akan berfikir ulang untuk melakukanya, so, layakkah kita berbuat sombong di dunia ini??Pasti TIDAK!!!
          Semoga apa yang saya sampaikan ini, bisa menjadi sebuah gamabaran bahwa sifat sombong itu sangat merugikan untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Jadi bagi kita yang masih bisa berfikir, maka jangan pernah kalian berbuat sombong di dunia ini, tak akan pernah ada guna, karena sifat sombong itu termasuk penyakit hati dalam diri manusia by : .https://www.facebook.com/riyan.comunitty on facebook
Baca Selengkapnya

Saturday, June 11, 2011

Sebuah renungan kepasrahan

0 komentar
Renungan kepasrahan. Bayangkn ketika qt sdh terkubur dan kaku, apa-apa yg kita panjatkn sudah tak berfungsi lg.Ktika tangan ini bersedekap di dada tak bs untuk di lepas lg, ktika badan ini tertidur tak bs bangkit lg, ktika duduk tak bs berdiri lg. Allah beri ksmpatan hari ini di dunia, stiap diri memohon dan mampu bergerak lg.Syukurilah selama rasa syukur itu mampu mengantarkn pd curahan rahmatNya pd kita, sebelum benar2 tak ada artinya lagi yg keluar dari mulut dan rasa hati kita yg bisa terbaca olehNya.

Qt msh bisa berlari kpd dunia, setelah kita shalat. Qt msh bs melihat ke kiri dn kekanan memikirkn urusan dunia.Merasakan godaan2 setan yg terkutuk ketika kita berusaha untuk fokus ketika menyembahNya. Qt msh bisa teringat hal-hal lain daripd kita benar2 sdang merasakan hanya tiga hal mjd perhatian kita. Amal, ilmu dan keturunan yg sholeh. Dimana ketiga2nya tidak tau mana yg meringankan atau memberatkan di akhirat.

Bayangkanlah ketika sudah dlm alam kubur yg terkunci rapat.Hanya diri kita yg benar2 mjd fikiran, nasib yg tak bs diubah, takdir yg sudah benar2 tercatat dan kitab mana yg akan kita pegang, ilyiin atau sijin.. tempat kembali yg sudah ditampakan ketika pagi dan sore hari.

Berlatih sjak dini. Ketika kita shalat, hadirkan kepasrahan jiwa.Itulah saat- saat dimana kita punya kesempatan melatih diri. Apalagi dgn situasi tahajud yg sepi. Lalu bagaimana kita bs menghadirkan sebuah kesendirian ketika siang hari?Bayangkan apa-apa yg disekitar kita adalah suara orang-orang yang lalu lalang di atas pekuburan kita.Tak bisa mendengar kita, tak bisa menolong kita bila mereka mungkin tak pernah kita tolong selama di dunia. Mereka asyik bercengkrama, berbicara, tertawa, bernyanyi, berlari bahagia seperti halnya anak-anak yg bermain. Sedangkan kita terbujur kaku di dalam tanah yang hanya berukuran satu sajadah yang sedang kita tempati. Tak bisa kembali seperti mereka wahai para sahabat...

LEPASKAN sluruh kefanaan ini.Yang kita dengar bukanlah mjd perhatian kita. Yang kita sedihkan bukanlah sebenar-benarnya yang mjd fikiran. Yang kita sedang ikhtiarkan bukanlah benar2 mjd tolak ukur penyelamat dari siksaNya. Minta ampunan slama qt msh punya ksmpatan dikabulkan ampunan, sblm masa dimana hati, mulut, yg terkunci rapat ataupun mungkin berteriak sudah tak ada gunanya.

Minta permohonanlah slama disini msh punya ksmpatan menghiba mencucurkan air mata sblm kelak permohonan2 kita benar2 tak ada lg artinya, mungkin saja kita menangis dan menjerit sampai2 air mata ini mjd darah yang mengalir selama-lamanya namun apalah artinya semua sudah tertutup rapat bagi diri ini.

Sungguh btapa bahagianya org2 yg mampu menghadirkn kepasrahan dlm shalatnya, menjadikan suatu latihan satu-satunya latihan dimana diri ini sudah tak bisa mengakhiri shalatnya dan kembali pd dunianya. Seperti kisah sahabat ketika tubuhnya terpanah pd medan perang, beliau meminta untuk dicabut panah itu dari tubuhnya ketika sedang shalat.Agar apa??Menghadirkan kepasrahanan.... sehingga rasa sakit yg dahsyat, tidak terasa sama sekali meskipun fisik yg terkoyak anak panah.

Ketika hati ini hadir bersamaNya, dzat yang maha sempurna apalah yang membuat kita tak rela dengan kehendakNya atas diri ini?hadirkan ketidak berdayaan kita dihadapanNya. Tidak ada rasa selain rasa pedih itu mjd bunga2 rindu dlm hati, smakin sakit, smakin pedih tapi akan mampu mengantarkn pd yg Maha Kasih..

Rasakan diri ini memang sudah terkurung dlm waktu2 kematian. Apa yg bs kita lakukan dlm waktu2 yg singkat, Allah beri kesempatan kita untuk masih bs beribadah pdNya selama itu msh dihitung mjd pemberat. Kotak pergerakan kita hanya seputar sajadah, kita hanya bisa tertunduk melihat ketempat sujud, malu akan kekuasaanNya tapi kita berlaku di daerah kekuasaanNya merasa serba bisa. Apa yg kita punya sahabat...?? Sebuah baju yg dibawa ketika shalat?? Sebuah tutup kepala untuk menutupi rambut kita yg cantik atau yg mengikuti model terbaru hari ini?? Mungkin masih ada jam tangan, handphone, atau dompet di saku celana yang bisa kita banggakan di hadapan Allah yang Maha Kaya?? Atau sebuah sajadah yang bagus?? sarung atau mukena yang harganya ratusan ribu rupiah, itukah yang bisa menghantarkan kita sementara orang lain beralaskan trotoar atau aspal jalan yang panas menghiba meminta-minta di jalan ketika diri kita melewatinya tanpa menghiraukannya ???

Manaaaaaaa..... jiwa yg sholeh!!!! yang mengaku takwa!!!
Manaaaaaaaaaaaaa.... kesetiaanmu wahai diri!!!
Engkau kembali dan kembali pd dzat yg Maha Kasih tapi tak mampu mengambil pelajaran. Apakah hatimu sudah beku, dan menjadi batu. Matamu mengalirkan air mata namun hanya berlaku untuk ke-egoisan diri meminta kepada TuhanMu??

Kita ternyata cenderung hanya mengulurkan tangan menengadah untuk diri kita sendiri, merasa kita mampu mengharap, merasa kita mampu berdoa, merasa kita mampu untuk menghadap, lihat... hamba-hambaNya yg sehat, saudara2mu yg jauh dari rasa ingin bertemu kdp TuhanNya tapi lalai... sibuk dengan urusan2nya, ribuan problem, jutaan penyakit, sekian ratus milyar angka-angka kehidupan menyibukan mereka.. semntara kita.... KOSONG..........

LEPASKANLAH...
Ridhakanlah mereka seperti itu, hanya kau dan Aku wahai hamba-Ku, biarlah dunia itu berputar-putar disekeliling kmu selama ada Aku TuhanMu dlm hatiMu, tak ada yg bs membuatMu gentar. Tutup mulutmu, diamkan gerakmu, sementara Aku akan menolongmu dlm sgala sesuatu. Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'ma maula wa ni'man nasir..

Namun... Allah yang Maha Pengasih, ridha melepaskan kita kembali.. Kita ternyata msh bisa beranjak dari sajadah yg kecil ini.. Mana rasa syukur kita, Allah msh ingin melihat kita merasakan kerinduan untuk kelak kembali pdNya disaat2 shalat kembali menghadapnya. Allah ingin mendengar sifat2Nya yg agung, 99 nama2Nya disebut2 dlm langkah kita. Meskipun sekedar dlm hati, buktikanlah... kita akan merasakan senyuman2 disetiap langkah kita, krn merasakan rindu2 akan bertemu dgnNya kembali ketika panggilan yg sempurna dikumandangkan atau kita cuek bebek melenggang di hamparan kerajaanNya. Semua kesedihanmu perkara dunia tak bs membuatmu mencucurkn air mata selain cucuran air mata dmn diri ini sudah tak akan di anggap lagi olehNya selain amal yg sudah di tutup.

Rabbana innaka miladunka rahmatan, wa hayilana min amrina rasadan, Semoga Allah berikan rahmat dan kemudahan dlm urusan kita ini, jgnlah merasa buntu, inilah tali Allah yg tidak akan pernah putus. Ya Muntaqim wahai dzat yg maha menyiksa.. biarlah org2 dzalim ini mjd urusanMu, bahkn mungkin justru diri ini termasuk didalamnya. Namun ampunanMu selalu ada sebelum smuanya tertutup rapat bagi kami. Mungkin masih ada saudara2ku yg lebih besar rasa lalainya dari pada kesetiannya kpdMu. Maafkanlah Ya Allah.. kita smua meminta dgn sifatMu yg pemurah, sebelum masa dmn kita tak dapat lagi merasakan nikmat2 sifatMu yg demikian sempurna untuk kami buka mjd pintu kemudahan. Maafkanlah kami ya Allah...

Lalu BERLATIHLAH untuk bisa menghadirkn kepasrahan dlm hidup, sprti halnya teladan dari nabi Ibrahim 'alaihi salam.. kekasih Allah.."Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu SEDIKIT SEKALI bersyukur" (As Sajdah : 9)

"Dan BERIKANLAH PERINGATAN kpd manusia terhadap hari (yg pada waktu itu) datang azab kpd mereka, maka berkatalah orang2 yg zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dlm waktu yg sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kpd mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? (Ibrahim : 44)

"Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka MENGAMBIL PELAJARAN (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali MENGINGKARI (ni'mat). (Al Furqaan : 50)

"(Al Quraan) ini adalah penjelasan yg SEMPURNA bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dgn-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar org2 yg BER-AKAL MENGAMBIL PELAJARAN (Ibrahim : 52)

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. (Al Mu'min 58)

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.(Al Mu'minuun : 114)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , katanya: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad ini makanan sekadar menutup kelaparan." (Muttafaq 'alaih Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi)

Sudahkah kita mencontoh??Ataukah bergelimang harta menjejali tubuh kita dan keluarga dgn serba kecukupan dan lupa dengan sdekah. Dari Adi bin Hatim Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barang siapa di antara kalian MAMPU berlindung dari neraka walau hanya dgn separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah). (Shahih Muslim)

Sejak saat ini kita hrs berjanji. Tidak ada lagi rasa malas, karena takut disebut tidak setia. Tidak ada lagi rasa sedih selain sedih tak bisa lagi menghadapNya. Tidak ada lagi rasa lalai karena takut di sebut sombong tak segera menemuiNya. Setidaknya nama2nya selalu hadir dlm langkah kita. Setidaknya setiap kepedihan ini yg akan selalu hadir mjd problematika hidup adalah hanya sebuah angin lalu yg bau namun akan segera berganti karena penciuman kita menhirup wangi, betapa wanginya surga yg menanti, relakanlah yg sebentar ini sahabat.. jgn terlalu memberatkan diri di masa yg sebentar ini. Selama msh punya waktu menjadikan JASAD ini bermanfaat, lakukanlah.. ketika kita memberikn pertolongan, atau setitik kebahagiaan kpd org lain, SESUNGGUHNYA itu adalah kita menolong diri kita sendiri.. karena setiap kebaikan itu berasal dari Allah, dan kita sedang menjadi keran air yg mengucurkan kebaikan, sudah pasti kebaikan itu melewati diri ini namun tersimpan disisiNya untuk kita nikmati kemudian hari.Insya Allah.

KITA TIDAK PERNAH KEHILANGAN TAPI MENUNDANYA UNTUK KITA SIMPAN DALAM KEABADIAN. Itulah lezatnya iman dalam kepasrahan jiwa. Subhanallah walhamdulillah walailahailallah wallahu akbar.. bangunlah rmh kita di surga dgn jerih payah kita saat ini.. air mata bs mjd kolam dan sungai, harta2 kita untuk membeli mutiara permata untuk bahan bakunya, doa-doa kita dan keluarga tercinta akan menjadi alunan merdu para kekasih kita ketika kita di beranda.. masih banyak lagi sahabat.. bila kita mau merenungkan.. sungguh kebahagiaan tiada taranya.. BILA KITA MAU MENGAMBIL PELAJARAN.

 
Baca Selengkapnya